Back to Top
ENG | IND
MENU

Featured News



Griya Idola Helps Community Affected by Covid-19
Griya Idola Helps Community Affected by Covid-19
25-01-21

Griya Idola Helps Community Affected by Covid-19

On 25 January 2021, a subsidiary of PT Barito Pacific Tbk, PT Griya Idola, distributed food packages to the Tangerang Regency Government. The distribution of food packages is part of the Griya Idola Care program which was initiated in 2020. The assistance which collected collectively from the tenants of the Griya Idola Industrial Park industrial area is expected to help restore the economy of the communities affected by the Covid-19 Pandemic.



Latest News



Hebat, Laba Barito Pacific Naik 202%

14 Sep 2009
Hebat, Laba Barito Pacific Naik 202%
14-09-09

Hebat, Laba Barito Pacific Naik 202%

Candra Setya Santoso - Okezone

JAKARTA - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan peningkatan laba bersih selama semester I-2009 melonjak 202,68 persen menjadi Rp383,7 miliar, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya minus Rp372,703 miliar.

Kenaikan tersebut dipicu terpangkasnya pos beban pokok pendapatan hingga 36,54 persen menjadi Rp5,492 triliun, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp8,656 triliun. Sedangkan pos laba kotor perseroan berhasil naik signifikan hingga 899,92 persen menjadi Rp1,033 triliun, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya minus Rp129,159 miliar.

Hal tersebut terungkap dalam laporan keuangan semester I-2009 yang dipublikasikan manajemen perseroan, di Jakarta, Senin (14/9/2009).

Kendati demikian pada pos pendapatan bersih perseroan turun hingga 23,47 persen menjadi Rp6,526 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp8,527 triliun. Sendangkan pada pos laba usaha perseroan selama semester I-2009 naik 267,08 persen menjadi Rp716,224 miliar, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya minus Rp428,649 miliar.

Selain itu, pada pos keuntungan kurs mata uang asing bersih, perseroan mencatatkan kenaikan menjadi Rp90,285 miliar, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp8,279 miliar. Sedangkan penghasilan bunga juga meningkat Rp14,031 miliar, bila dibandingkan periode sebelumnya Rp10,801 miliar. (css)

Sumber: Okezone.com, 14 September 2009, http://economy.okezone.com/read/2009/09/14/278/257163/hebat-laba-barito-pacific-naik-202

2 Perusahaan Publik Prayogo Pangestu Tumbuhkan Laba Berlipat

14 Sep 2009
2 Perusahaan Publik Prayogo Pangestu Tumbuhkan Laba Berlipat
14-09-09

2 Perusahaan Publik Prayogo Pangestu Tumbuhkan Laba Berlipat

Indro Bagus SU - detikFinance

Jakarta - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA), dua perusahaan publik milik pengusaha Prayogo Pangestu membukukan pertumbuhan laba ratusan persen alias berlipat pada semester I-2009. Laba BRPT naik 202,95%, sedangkan laba TPIA naik 185%.

Demikian disampaikan dalam siaran pers BRPT dan TPIA, Senin (14/9/2009).

BRPT mencatat laba bersih sebesar Rp 383,7 miliar, naik 202,95% dibanding rugi bersih pada semester I-2008 sebesar Rp 372,7 miliar. Kenaikan laba bersih disebabkan turunnya beban pokok penjualan menjadi Rp 5,49 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 8,6 triliun.

Hal itu mendorong perolehan laba kotor sebesar Rp 1,03 triliun, naik 899,92% dibanding rugi kotor yang diterima semester I-2008 sebesar Rp 129,16 miliar.

Kenaikan laba bersih juga didorong oleh membaiknya harga jual polipropelina (PP) dan polietelina (PE). Pada triwulan I-2009, harga jual rata-rata PP sebesar US$ 948 per metrik ton. Pada triwulan II-2009, harga jual rata-rata PP naik menjadi US$ 1.189 per metrik ton.

Harga jual PE di triwulan I-2009 sebesar US$ 987 per metrik ton. Pada triwulan II-2009, harga jual rata-ratanya naik menjadi US$ 1.160 per metrik ton.

TPIA mencatat laba bersih sebesar Rp 365 miliar, naik 185% dibanding semester I-2008 sebesar Rp 128 miliar. Peningkatan laba terutama disebabkan meningkatnya volume penjualan di semester I-2009 sebesar 22% dari 170.302 ton menjadi 207.740 ton.

Faktor lainnya adalah peningkatan marjin. Selisih antara harga polypropylene (barang jadi perseroan) dengan harga propylene (bahan baku utama) meningkat menjadi US$ 355 per ton, naik 22% dari semester I-2008 sebesar US$ 292 per ton.

Melihat kinerja pada semesterI-2009, perseroan berencana merealisasikan rencana peningkatan kapasitas produksi menjadi 480 ribu metrik ton dari saat ini 360 ribu metrik ton. Proyek ini diperkirakan akan memakan waktu 18 bulan dan akan rampung pada triwulan I-2011. (dro/qom)

Sumber: Detik.com, 14 September 2009

http://www.detikfinance.com/read/2009/09/14/092551/1202889/6/2-perusahaan-publik-prayogo-pangestu-tumbuhkan-laba-berlipat

 

Setelah Rugi, Laba Barito Pacific Naik Tajam

13 Sep 2009
Setelah Rugi, Laba Barito Pacific Naik Tajam
13-09-09

Setelah Rugi, Laba Barito Pacific Naik Tajam

Laba kotor Perseroan naik menjadi Rp 1,03 triliun atau tumbuh sebesar 899,92 %.

Minggu, 13 September 2009, 13:41 WIB
Heri Susanto

VIVAnews - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sepanjang semester I-2009 mencatat laba bersih auditan Rp 383,70 miliar atau naik 202,95 % dibanding rugi bersih pada periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 372,70 miliar.

Naiknya laba bersih perseroan disebabkan oleh turunnya beban pokok penjualan menjadi Rp 5,49 triliun dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 8,6 triliun.

Tak pelak, laba kotor Perseroan naik menjadi Rp 1,03 triliun atau tumbuh sebesar 899,92 % (Rp 1,16 triliun) dari rugi kotor pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 129,16 miliar.

Harga jual polipropelina (PP) dan polietelina (PE) yang semakin membaik mengakibatkan kinerja Perseroan juga membaik secara signifikan. Pada kuartal I-2009 harga jual rata-rata polipropelina sebesar US$ 948 per metrik ton, sedangkan pada kuartal II-2009 naik menjadi US$ 1.189 per metrik ton.

Sementara itu, harga jual rata-rata polietelina (PE) pada kuartal I-2009 sebesar US$ 987  per metrik ton, sedangkan pada kuartal II-2009 naik menjadi US$ 1.160 per metrik ton.

Sampai semester I-2009, posisi kas dan setara kas Perseroan sebesar  Rp 2,15 triliun. Dengan laba bersih yang meningkat secara secara signifikan serta posisi kas dan setara kas yang besar menandakan Perseroan merupakan perusahaan yang sangat sehat dan kuat.

“Karenanya kami optimistis bisnis petrokimia yang digeluti oleh Perseroan memiliki masa depan yang sangat cerah. Plastic is the future,” kata Senior Vice President Barito Pacific Agustino Sudjono.

Di masa yang akan datang Perseroan tetap berkomitmen penuh untuk melakukan proses integrasi di sektor petrokimia mulai dari hulu hingga hilir. Dengan demikian Perseroan akan memiliki industri petrokimia yang semakin kokoh sehingga akan semakin memberikan niilai tambah bagi pemangku kepentingan. 

Barito Pacific adalah salah satu grup bisnis yang bergerak di berbagai bidang. Selain di sektor kehutanan, perkayuan dan perkebunan, Barito juga menggeluti bisnis petrokimia, serta pertambangan batu bara dan migas. Bahkan, Barito juga masuk ke sektor penyedia energi listrik.

heri.susanto@vivanews.com
• VIVAnews

Sumber: Viva News, 13 september 2009, http://bisnis.vivanews.com/news/read/89961-setelah_rugi__laba_barito_pacific_naik_tajam

Chandra Asri Jajaki Obligasi US$250 juta; 2 Sekuritas Jadi Underwriter

02 Sep 2009
Chandra Asri Jajaki Obligasi US$250 juta; 2 Sekuritas Jadi Underwriter
02-09-09

Chandra Asri Jajaki Obligasi US$250 juta; 2 Sekuritas Jadi Underwriter

JAKARTA: PT Chandra Asri Petrochemical Center, produsen bahan baku petrokimia terintegrasi, berencana menerbitkan obligasi US$250 juta atau setara dengan Rp2,5 triliun untuk membiayai ekspansi.

Eksekutif yang mengetahui informasi itu belum lama ini mengungkapkan perseroan telah menunjuk dua penjamin pelaksana emisi (underwriter) yaitu DBS Securities dan Deutsche Securities.

Berdasarkan laporan keuangan PT Barito Pacific Tbk per Maret 2009, perusahaan yang dikendalikan oleh pengusaha Prajogo Pangestu itu menguasai 70% saham Chandra Asri dan 77,93% saham PT Tri Polyta Indonesia Tbk. Chandra Asri merupakan produsen etilena dan propilena, sedangkan Tri Polyta menghasilkan polipropilena.

Bisnis meminta konfirmasi kepada Sekretaris Perusahaan Chandra Asri Suhat Miyarso, tetapi panggilan dan pesan singkat ke telepon selulernya tidak dibalas.

Senior Vice President Investor Relations Barito Agustino Sudjono ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui soal rencana penerbitan obligasi dan akan mencari penjelasan detail.

Barito membeli saham Chandra Asri pada 2007 senilai US$1,05 miliar atau setara dengan Rp9,76 triliun.

Barito membiayai akuisisi itu dengan dana hasil rights issue Rp9,16 triliun dan pengalihan piutang Barito sebesar Rp697,5 miliar kepada PT Inter Petrindo Inti Citra.

Akibat akuisisi itu, Barito pada akhir tahun lalu membukukan beban penurunan nilai goodwill senilai Rp1,56 triliun dan penurunan nilai realisasi persediaan bersih Rp376,73 miliar.

Perusahaan itu membeli aset dan kewajiban Chandra Asri pada Oktober 2007 dengan goodwill, selisih antara aset bersih Chandra Asri yang dibeli berdasarkan nilai wajar dan biaya perolehan akuisisi, senilai Rp1,64 triliun.

Kapasitas produksi

Kapasitas produksi etilena mencapai 600.000 ton per tahun, sedangkan propilena mencapai 296.000 ton per tahun.Kapasitas produksi polipropilena mencapai 360.000 ton per tahun.

Tri Polyta berencana menggenjot kapasitas produksi polipropilena menjadi 480.000 ton per tahun dengan investasi US$25 juta. Menurut rencana, penambahan kapasitas polipropilena, yang dimulai pada September 2009, memerlukan 2 tahun.

Chandra Asri pada tahun ini menunda proyek pembangunan fasilitas refinery (pengolahan minyak) senilai US$500 juta. Pada tahun lalu, nilai penjualan Chandra Asri mencapai US$1,68 miliar, tumbuh dibandingkan dengan penjualan periode sebelumnya US$1,42 miliar.

Sumbangan penjualan terbesar a.l. berasal dari produk etilena US$279,14 juta, propilena US$331,48 juta. Perusahaan itu menghasilkan 237.018 metrik ton etilena dan 259.250 propilena.

Dalam riset yang dirilis oleh PT Ciptadana Securities pada 26 Mei 2009, Chandra Asri pada tahun lalu membukukan rugi bersih US$152 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya laba bersih US$21 juta. (munir.haikal@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh M. Munir Haikal & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia

Sumber: Bisnis Indonesia, 2 September 2009,
http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A02&cdate=02-SEP-2009&inw_id=693503



   
 

Barito Masih Kaji Rights Issue

27 Aug 2009
Barito Masih Kaji Rights Issue
27-08-09

Barito Masih Kaji Rights Issue

JAKARTA – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyatakan bahwa pihaknya masih mengkaji rencana penerbitan saham baru (rights issue). “Rights issue merupakan satu dari beberapa opsi yang masih dipelajari, kami belum memutuskannya secara resmi,” kata Vice President Investor Relations Barito Pacific Agustino Sudjono kepada Investor Daily, Rabu (26/8).

Agustino menegaskan, pihaknya juga masih memproses akuisisi Star Energy, karena saat ini masih dalam tahap pembicaraan awal. Barito, kata dia, akan melaporkan kepada otoritas pasar modal dan pihak terkait bila rencana itu sudah final. Karena itu, Barito menepis kabar bahwa pihaknya telah menetapkan rencana rights issue pada November 2009, yang nilainya diperkirakan bisa mencapai Rp 4 triliun.

Mengenai roadshow ke Hongkong yang berlangsung sejak 25-28 Agustus 2009, Agustino menyatakan bahwa pihaknya hanya memaparkan prospek industri petrokimia tahun ini. Petrokimia merupakan bisnis inti perseroan saat ini melalui anak usahanya, PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta (TPIA). “Jadi, roadshow ini bersifat nondeal yang rutin kami lakukan, bukan untuk mencari mitra strategis,” tegas Agustino.

Agustino mengungkapkan, bisnis petrokimia di dalam negeri kini mulai bangkit. Pasalnya, permintaan produk dari sejumlah konsumen masih tinggi. Karena itu, perseroan optimistis tahun ini bisa membukukan laba. “Harga jual polypropylene dan polyethylene perseroan sudah membaik. Di sisi lain, harga bahan baku nafta masih sama, yakni di kisaran US$600–650 per ton,” ujarnya.

Tahun lalu, Barito masih membukukan rugi bersih konsolidasi sebesar Rp 3,39 triliun. Padahal, pada 2007, perseroan membukukan laba bersih Rp 44,5 miliar. Namun, seorang eksekutif mengungkapkan, Barito Pacific sebenarnya telah berhasil mencetak laba bersih pada semester I-2009 sekitar Rp 370-400 miliar. Kondisi itu sangat jauh berbeda dengan semester I-2008 yang menelan kerugian bersih sebesar Rp 372,7 miliar. Namun, hingga kini, laporan keuangan semester I-2009 Barito masih diaudit.

Pada 2008, Chandra Asri mengontribusi sekitar 86% terhadap pendapatan konsolidasi Barito. Sedangkan Tri Polyta menyumbang 13% pendapatan. Adapun sisanya 1% disumbang dari unit usaha kayu. Tahun ini, Barito menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 37 juta. (fei)

Sumber: Investor Daily, 27 Agustus 2009